Minggu, 16 Desember 2012

Total Prestasi AC Milan dari Semua Ajang Kopetisi dari Tahun 1899 - 2012

 Inilah hasil prestasi Club AC Milan sepanjang sejarah dari tahun 1899 - 2012
 113 Tahun memperasembahkan

18 Scudetto
1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004, 2011

 5 Coppa Italia
 1967 : Milan – Padova 1-0
 1972 : Milan – Napoli 2-0
 1973 : Milan – Juventus 1-1 (6-3 adu Penalty)
 1977 : Mila – Inter 2-0
 2003 : Milan – Roma 2-2 (4-1 adu pinalty)

Jumat, 07 Desember 2012

Pemasok Kostum dan Sponsor AC Milan

Berikut adalah sponsor teknis pemasok kostum/franchise dan sponsor ofisial AC Milan

 

Kamis, 06 Desember 2012

SQUAD AC MILAN 2012 - 2013

GOALKEEPERS

Christian Abbiati
Marco Amelia
Gabriel





















DEFENDERS

Ignazio Abate
Mattia De Sciglio
Francesco Acerbi

















Rabu, 05 Desember 2012

Formasi Dream Team

THE DREAM TEAM I     : Gli Immortali / The Immortals   : Yang Abadi



THE DREAM TEAM II    : Gli Invincibli / The Invincibles   : Yang Tak Terkalahkan



THE DREAM TEAM III   : I Meravigliosi / The Amazings  : Yang Mengagumkan

Selasa, 04 Desember 2012

Sejarah Liga Champions UEFA


Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears" (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.

Sumber : Wikipedia

GAMELLAGGIO LAZIO-INTER

Mengapa Inter bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama? Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu.

...

# Takdir Mulai Saat Kelahiran


GAMELLAGGIO LAZIO-INTER II

Inilah beberapa kejadian yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter:


# Nasib Tragis Zaccheroni, 5 Mei 2002
Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.

Senin, 03 Desember 2012

MILAN LAB

Ini adalah peristiwa imaginer (khayalan) yang mengambil setting Final Liga Champions 2006/2007.

************************

Tiga lelaki  populer di jagat raya sepakbola duduk berjajar di tribun VIP. Malam itu, di Spiridon Louis - stadion mewah seharga Rp 3 triliun - mereka bersiap menikmati hidangan mata yang tak pernah bosan disantap bertahun-tahun: Final Liga Champions.

Di Athena, Marcello Lippi, Gerard Houllier, dan Arsene Wenger menunjukkan apresiasinya, setidaknya kepada panitia, oleh satu hal : tak disejajarkan dengan Jose Mourinho. Antusiasme mereka menyambut laga AC Milan vs Liverpool mirip orang awam, penonton biasa, dan sepakat mengepak egonya sebagai ”gods of football” ternama di muka bumi.

Minggu, 02 Desember 2012

THE DREAM TEAM MILAN

Silvio Berlusconi tak perlu berpikir panjang untuk membeli AC Milan pada 1986. Dia ambisius, dia memiliki banyak uang, dan dia gila sepak bola. Dia kemudian meretas jalan untuk mengantar Milan menuju tangga kesuksesan di Serie A Liga Italia dan di Piala Champions Eropa. Jalan yang akhirnya melahirkan julukan The Dream Team... bagi Milan.

Langkah awal, Berlusconi mencoba membangun skuad solid di tubuh Milan. Pelatih Arrigo Sacchi direkrut untuk meracik strategi tim; duo Belanda didatangkan: Marco Van Basten dari Ajax Amsterdam dan Ruud Gullit dari PSV Eindhoven. Duo Belanda tersebut kemudian dipadukan oleh Sacchi dengan pemain-pemain lokal Italia: Giovanni Galli, Franco Baresi, Mauro Tasotti, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini, Angelo Colombo, Carlo Ancelotti, Alberigo Evani, dan Roberto Donadoni.